Ketika Cinta Bertasbih, Film Rasa Sinetron

ketika cinta bertasbih

Spesies Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) nambah lagi nih.

Mulai 11 Juni 2009 diputar film bertajuk “Ketika Cinta Bertasbih (KCB)” di bioskop seluruh Indonesia.  Sama-sama diangkat dari novel karangan Habiburahman El Shirazy. Katanya sih gempar (meski menurut aku biasa-biasa aja). Tokoh pemerannya didapat melalui proses audisi yang puanjang, juga karena syutingnya di Arab asli (kelihatan dari  piramida yang nongol berulang-ulang pada berbagai scene).

Meski pake maksa, akhirnya berhasil juga aku ngajak temen buat nonton nih film di studio XXI. Takut rugi, cari hari nonton yang senin-jumat ‘coz tiketnya murah meriah, Rp 15.000,- doang (weekend Rp 25.000,-). Berharap bakal puas keluar dari bioskop, eh yang ada malah kecewa berat.

Siaaaaaal, nih film rasa sinetron banget sih kucing_begadang. Pas akhir2 keluar tulisan “bersambung”, hoek. Banyak adegan mubadzir pula, masa “dadah-dadah” di bandara aja ngesyutnya mpe 15 menitan, double hoek. Ga banget deh buat filmnya, ga padat berisi. Mending baca novel nya  .

7 responses to this post.

  1. Posted by bundalovely on 23/10/2013 at 10:02 AM

    komen sih sah2 aja mba ayya,tp bahasa pnyampaiannya musti dperbaiki deh kayaknya.mau film,mau sinetron,mau film setengah sinetron atau apapunlah, mnrt sy film ini jauuuuuuuuh lebih bagus dbanding tontonan2 lain di tv kita.
    lgpula kl qt yg biat filmnya,mgkin akan smakin carut marut hasilnya…he.yuk saling men_support, sbg sesama anak bangsa….!!:)

    Reply

  2. oke..oke…buat yang pro ma ni film, kita beda pendapat boleh dong ya…
    novelnya emang oke ko, tapi aq kurang suka dengan filmnya. sip, ga masalah kan? ^^

    Reply

  3. Posted by abc ku on 12/03/2010 at 5:54 AM

    bisane ngritik doang builshit low….. jangan hanya ngritik doang!! paling paling elo gagal kestinx di babk awal!

    Reply

  4. Posted by BRIYAN on 08/03/2010 at 1:28 AM

    ASSLM…
    maf nih ikut comment klo menurut saya film ini bagus ko… klo misalkan kita bandingkan dengn novelnya memng beda tapi seharusnya kita sebagai anak bangsa alangkah baiknya kita menghargai setiap kreatifitas yang telah dibuat… jadi menurut penilaian saya Film ini sangattttt bagus… OK

    Reply

  5. Posted by Umi Arief on 17/06/2009 at 6:51 AM

    Wah, ini dia. Semua kita kalo sdh married berdoa moga2 suami dikaruniai murah rejeki. Rejeki itu Neng , bisa berupa harta, anak, usia, ilmu, dan juga jodoh. So, mustine ya kudu bersyukur bila seorang muslimah suaminya dapat kawin lagi. Yang namanya Usia, rejeki, dan mati adalah Sunnahtullah hak 4JJI SWT untuk mengatur. Kita cuma diberi kesempatan menikmati sebentar. Kalo rela dan bersyukur dapat grade “IKHLAS” kalo nggak , sutriss kali yee. Yok tulis yg lain lagi….

    Reply

  6. Wah Umi, kayaknya tu film ada nyinggung poligaminya deh. Bisa mimpi buruk tuh Umi kl dijadiin pengantar tidur. hehehe…

    Reply

  7. Posted by Umi Arief on 13/06/2009 at 7:50 AM

    Ntar ceritain ya, buat pengantar bobok……,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: