Haruskah Hati Menciptakan Jarak

Biar judulnya romantis gitu, tapi di ini postingan saya justru mau ngomongin soal MARAH. Terinspirasi dari melihat banyak kejadian di sekeliling. Saat marah nada suara seseorang akan meninggi dan volumenya juga mengeras kucing_marah2 Padahal orang yang dimarahi ada di depannya. Jika dia bicara dengan pelan pun, orang didepannya akan tetap bisa mendengar. Menurut analisa saya dari beberapa referensi, ini ada kaitannya sama hati.

Saat dua orang sedang marah, walau fisiknya sangat dekat, tapi ketika itu hati kita sedang amat jauh. Nah untuk mencapai jarak itu, maka kita berteriak. Dan rasakan saja, semakin kita berteriak justru akan semakin marah kita, dan otomatis semakin jauh hati kita.

Bandingkan sama dua orang yang lagi saling jatuh cinta kucing_naksir So pasti ga pake teriak-teriak dong. Kata-kata yang keluar lewat mulut menjadi lembut. Biarpun lembut dan suaranya kecil, namun kita tetap bisa saling mendengarkan. Why? Jelas karena hati kita begitu dekat, seakan tak berjarak. Sepatah katapun kadang tak perlu diucapkan, karena pandangan mata saja amatlah cukup untuk membuat kita memahami apa yang ingin dia sampaikan (cie…cie…cieee).

Jadi kalo pas lagi marah sama seseorang, mendingan ditahan dulu kali ya ngomelnya yahoo_shhhh Supaya kita tidak mengeluarkan kata-kata yang semakin menciptakan jarak hati kita dengan dia. Barangkali di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata adalah cara bijaksana. Karena waktu akan membantu memperbaiki keadaan, disertai usaha untuk mengoreksi diri dan berdamai tentunya.

14 responses to this post.

  1. Tulisannya sgt menginspirasi bnget mba, coz sy org ήЧª yang suka ngelampiaskan amarah dg kata2 Ɣªήğ kurang enak didengar, semoga aja dg membaca ini sy bs merubahnya perlahan-lahan, thx

    Reply

  2. Posted by Djatti on 27/05/2009 at 2:58 AM

    Secara umum, saya sependapat dengan gagasan utama artikel ini..

    Hanya saja, gimana ya penjelasan harus diberikan untuk sebagian orang yang karakternya cenderung untuk diam saat dia marah…??

    Reply

  3. Ada sebuah cerita nyata dari bapak saya. Saat jaman perang pernah bapak saya minta ijin pamit pada bosnya untuk sekolah lagi. Apa kata bosnya? Dengan nada marahnya dan kata kasarnya muncul: “Apa? Sekolah lagi? Kompimu siapa yang ngurus? Baj***an.” Sambil seperti itu, dia justru sambil menyerahkan uang yang tidak diminta oleh bapak. Yang artinya dia mendukung. Tiap hari siapapun akan kena damprat dia. Dia cukup terkenal di seantero negeri ini (kalau masih kenal). Dialah Jendral Gatot Subroto. Tiap kali dia marah, namun dalam marahnya terkendali semua sifat lembut hatinya. Semua orang terasa dekat dengannya.
    Bandingkan dengan beberapa kisah tetangga yang dia justru bersifat halus untuk mengelabui seseorang, untuk keuntungan dia sendiri.

    Oh ya.. saya justru melihat ketika seorang marah, justru lebih banyak omelan diarahkan tidak ke orang yang bersangkutan, tapi langsung nyemprot ke : teman. Seperti saya ini lho hihihihi

    Reply

  4. Posted by charles on 12/04/2009 at 6:08 AM

    mbak kok soal matematikanya waduch
    sat dah dia terakhirnya gantung diri

    Reply

  5. Posted by zahwan arya nanindra putra AS on 23/03/2009 at 8:28 PM

    ya marah emg sdh mnjd satuan dr unsur nafsu, emg sgt berat (bkn berarti ga’ bs) untk ngendaliin nafsu satu ini. sy pny pengalaman, sapa yg ga’ marah ketika dapat kbr bhw ditrimanya saya sbgi pacar hanya buat coba2 dan mumpung lg ga’ ada,beriring waktu sy pny momentum buat berteriak dengan berkata b…..t disuatu sudut ygy, wlpn dia masih berboncengan dgn sy tp emosi msh aja ada hembusan angin yg membuat sy fikir ini bahaya bawa mtr dlm keadaan emosi. satu yg dpt meredakan amarah, air wudhu(muslim/non muslim) dan teruskan dengan shlt bg muslim.

    Reply

    • hahahaha, “dengan siapa ya bang arya waktu itu marah?” tapi itu bukan pertanyaan inti, yang benar adalah “sudah jadian sama cewek lagi to?”😀

      Reply

  6. Posted by sukarnosuryatmojo on 22/03/2009 at 9:19 AM

    marah adalah salah satu fitrah manusia, yang penting kita bisa me-manage marah dan emosi itu. kalau marah saat emosi sedang tinggi-tingginya, malah bikin sakit hati, baik hati orang yang marah maupun orang yang dimarahi.
    tapi di satu sisi, marah tetap harus dilampiaskan..🙂

    Reply

  7. Terlepas dari bagaimana orang menilai tentang marah, di tulisan ini tertulis “Haruskah Hati Menciptakan Jarak”. Bukan asal ngambil judul lho, tapi memang yang ingin saya tekankan adalah persoalan memanajemen hati itu sendiri yang finally akan berdampak pada ekspresi eksternal. Bukan soal mau marah apa gak marah😀
    Masalah marah itu mau ditampakkan atau tidak, itu tergantung dari kekuatan hati tiap orang untuk mengelola marahnya. Dan bagaimana cara menampakkan marah itu juga macem2 kan, bisa jadi konstruktif, bisa jadi destruktif.

    yo monggo….comment2 lagi.
    matur nuwun.

    Reply

  8. marah adalah suatu hal yang wajar dan normal. Tetapi sebab marah dan penyaluran marah juga mesti diperhatikan.

    Klo orang sangat marah karena DIZALIMI maka itu adalah sebuah hal yang lumrah, dan teriak mungkin dilakukan agar orang yang membuat marah dan zalim itu bisa merasa dan sadar.

    Sekarang apabila kondisi seseorang dizalimi, kita cuman diem aja, nahan marah terus, kita justru akan semakin dizalimi oleh orang tersebut.

    Marah adalah hal yang wajar ya. Sesuatu rasa marah mesti di apresiasi dengan baik. Marah mesti ada sebab, marah pada diri sendiri apa orang laen, marah karena apa, dll.

    Jadi dilihat dulu sebab-sebabnya dulu. jika kita yang salah dan marah, tentu kita yang salah, tetapi jika kita benar dan disalahkan tentunya kita marah.

    Peace.

    Reply

    • “Ya Tuhanku, setiap upayaku untuk menjadi baik, tidak mustahil akan hancur oleh kelalaianku sendiri, yg selalu larut oleh panasnya hati terhadap sesama, bagaikan api yg memusnahkan kayu kering. Ya Allah.. tolong bersihkan diriku ini dari kekejian hati atau perbuatan buruk, gantikanlah Ya Allah dgn ahlak serta perbuatan baik dimasa mendatang”. ( Shaikh Muh. Nazhim `Adil Al-Haqqani An-Naqshbandi)

      Reply

  9. Posted by rere on 19/03/2009 at 2:40 AM

    hmm…
    ada contoh nyata nggak manusia jaman sekarang yg bisa menahan emosinya (tanpa marah sedikitpun) ? termasuk tidak menampakkan rasa marahnya sedikitpun kepada yg dimarahinya?

    sy rasa orang itu malah gak punya hati, la wong gak bs ngrasain marah :))

    dan kalo tulisan ini berdasar analisa, mungkin bisa ditampilkan kapan dimulai proses observasinya, sampai dg pengambilan kesimpulannya.

    dan adakah pula org yg sedang jatuh cinta selalu berkata lembut? saya rasa kok terlalu sempurna yaa penggambarannya….

    nobody is perfect.

    Reply

    • kalo pertanyannya ada ga manusia yang bisa menahan emosi? jawabannya tentu ada. siapa? kita pun bisa.
      Kalo pertanyaannya ada ga manusia yang ga bisa marah? hehehehe, Rasulullah yg ulul mukminin saja bisa marah. Nggak ada kale ya manusia di dunia ini yang ga bisa marah.

      hehehe, saya ga bilang lho disana kalo orang yg sedang jatuh cinta SELALU berkata lembut….😀

      Bisa jadi kalo yang bicaranya lembut, tapi kata-katanya “pedas”. Ato yang bicara keras, tapi kata-katanya tetap lembut.

      nobody is perfect, sepakat itu Sis.

      Reply

  10. kayak judulnya blog ini ko jeng “silence is one of hardest arguments to refute”
    jd kalo dengan pendapatmu, bagi sebagian orang mgkn akan susah,

    apalagi yg bkn salah tetep merasa gak bersalah, alamat perang dunia ke berapa yaa..

    hehehe.. manusiawi

    aniwe nice post,
    dan tahu nggak.. ak jg lagi bete bangett.. pengene teriak2 ma org yg bkn bete.. hahaha!

    Reply

    • silence is the hardest arguments to refute.
      in my opinion, it does not seem to suggest us to dwell. secara implisit malah justru menyarankan seseorang untuk menyampaikan sesuatu yg perlu disampaikan🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: