Semesta Hatiku

Bulan menangis, meneteskan air mata

Dalam gerimis yang sama di pipiku

Sedang awan mengirim bah

Sepanjang sungai di pipiku yang lain,

hingga laut berwarna lumpur.

Setangkai anggrek telah merekah, memantulkan

cahaya ungu dan sorot mataku ke ujung langit biru.

Hati merajut cinta pada sirip ikan berduri

Menyobek hati sepanjang waktu yang sunyi

Di genggaman tanganmu

Tanah-tanah tak juga menyubur

Untuk menanam sebiji zarrah

Yang terbelah dari semesta hatiku.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: