Contreng Yuuuuk…..

Pemilu tinggal 2 bulan lagi nih. Deg-degan juga, ini kali pertama saya berpartisipasi dalam pemilu RI di usia 21 tahun. Pemilu tahun lalu saya masih belum dapat hak mencoblos.Omong-omong soal mencoblos, ada perubahan tatacara pemilihan tahun ini ya.

Dahulunya pemilu lebih familiar di telinga masyarakat dengan sebutan “nyoblos” karena tatacara pemilihan dengan metode mencoblos gambar. Nah sekarang coblos itu dirubah dengan tatacara “contreng”. Ada fenomena unik yang saya temui tentang ini.Waktu itu saya mendengarkan bapak saya ngobrol dengan pak RT. Topiknya tentang pemilu 2009 besok. hmmm Ada potongan kalimat pak RT yang saya dengarkan lucu di telinga, “Pak,sudah tau belum kalo besok itu nyoblosnya dicontreng lho!”. Hehehe…. nyoblos apa nyontreng? Masa’ nyoblosnya di contreng?hehehe.

Weh, tidak mudah ya menggeser posisi “coblos” dengan “contreng” walau iklan masyarakat di tv sudah gak kurang-kurang untuk menyosialisasikan tatacara contreng. Saya tebak, akan banyak surat suara yang tidak sah nanti karena salah cara nyontreng.

Belum lagi tak liat lembar kertas suara sekarang segede “gambreng yang didalamnya nampung 30-an nama partai. kucing_bosen(Bujubuneeeeng….. ) Partai kok sampai sebanyak itu ya. Ini menunjukkan juga begitu banyak ternyata orang yang merasa pantas memimpin hari ini.

Satu percakapan lucu lagi saya dengarkan dari seorang ibu yang sedang ngobrol dengan anaknya menggunakan bahasa jawa begini:

Ibu: “ah, sesok ibu nyoblos partai sing ngasih duite gede wae”.

Anak: “Loh, nek gitu misal presiden ne korupsi, ibu ikut nanggung dosane lho. Soale ibu sing milih berdasarkan duit”.

Ibu: “Ah, saiki kabeh partai mesti korupsi. Soale nek gak korupsi yo gak urip. Sing mbiyen omonge partaine bersih korupsi wae ternyata anggotanya ya tetep ada yang korupsi”.

Tapi si ibu itu bisa dibilang lebih bagus lho ya daripada yang gak mau ikut milih alias golput. Walau “tidak memilih” itu sendiri juga merupakan “pilihan”sih . Kalo saya sih begini saja, boleh jadi golput tapi jangan ikut meneriakkan demokrasi. Karena demokrasi yang “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” akan terimplementasi secara utuh jika warga negara ikut andil dalam pesta demokrasi itu sendiri. Ya nggak sih?

Well, siap-siap nih rajin collect info soal pemilu dan partai-partainya. Biar ga salah coblos. Eh, salah contreeeng!

5 responses to this post.

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/17/demokrasi-bukan-jalan-perubahan-hakiki/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Reply

  2. ayo coblos!!! eh contreng!!!! (kalo disilang boleh ga ya?)

    Reply

  3. Ayo bapak2, ibu2, jangan lupa ikut nyontreng ya… hueheeeee…

    Reply

  4. Posted by SR Fahmi on 05/03/2009 at 12:41 PM

    Kebanyakan Para calon Legislatif atau partai yang beriklan menganggap Iklan Politik sebagai ramuan Mujarab penjual obat, satu obat untuk banyak penyakit, seolah olah dengan beriklan segala penyakit yang berhubungan dengan citra dan popularitas akan terobati…nah kalo mo cari caleg cari tahu track recordnya……..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: