Ilalang diantara Pohon Padi

Petani sangat membenci ilalang. Karena ia tumbuh diantara pohon padi sehingga membahayakan dan merusak tanaman padi. Bentuk daunnya hampir sama (sangat mirip) dengan tanaman padi, sehingga sulit dideteksi. Hebatnya, ilalang bisa menyesuaikan diri dengan tingkat kehijauan daun padi. Rumput ilalang sangat kuat dalam memperebutkan makanan dari tanah. Ia merusak padi dan membuatnya menjadi tidak menghasilkan buah yang maksimal.

Apa misi rumput ilalang?

MENUMPANG HIDUP, artinya rumput ilalang dimana-mana akan berusaha menumpang hidup dilahan yang baru disediakan untuk si Tanaman Padi. Pemikirannya bersifat “short term”. Sangat pendek dan hanya sesaat. Sifat inilah yang sangat membahayakan organisasi apapun. Karena orang-orang seperti itu berpikir pendek memakai kata “Mumpung Ada Kesempatan“. si Ilalang nampak sama persis kelihatannya dengan tanaman padi. Orang di lingkungannya (dalam artian dekat dengannya) menganggap dia saudara, sahabat dan mitra yang baik. Jika Petani sang pengelola ladang terlambat mendeteksi keberadaan rumput ilalang dalam ladang itu, maka dia akan tumbuh dan menyebar dengan sangat cepat ke seluruh area ladang. Tanaman Padi pun menjadi kurus kering dan mati. Kehidupan padi terancam yang jika dapat bertahan hidup sekalipun, tentu tidak bisa menghasilkan buah yang maksimal, tidak sesuai harapan.

Solusinya adalah Cabut rumput ilalang sampai ke akar-akarnya. Jauhkan dia dari ladang subur kita. Rumput ilalang tak akan mungkin menghasilkan buah padi. Rumput ilalang tetap hanya menghasilkan buah Ilalang. Jika ingin membuatnya bermanfaat, maka perlu proses panjang untuk mengolahnya hingga menjadi bermanfaat. Risiko besar muncul saat kita harus mencabut tanaman ilalang. Risiko bagi tanaman padi yang akan ikut tercabut posisinya pada saat si ilalang dicabut dengan tangan yang kokoh.

Namun itu adalah harga yang harus dibayar dalam menyelamatkan ladang padi yang lebih besar yang telah disiapkan untuk menghasilkan padi demi kepentingan seluruh manusia dan demi kebaikan bersama. Butuh profesionalisme tinggi untuk meminimalisir risiko tersebut.

Dalam perusahaan, kantor, dan organisasi yang kita ikuti mungkin ada orang-orang dengan karakter Ilalang ini. Apakah anda memilih bertindak selayaknya pemilik ladang atau bagaimana?

4 responses to this post.

  1. emangnya di perusahaan mana bu ririz? 😀

    Reply

    • Perusahaan teman kakak ipar di kota hujan sana bu (ga usah sebutin nama ya, ndak enak😀 soalnya cm dapet cerita aja sih).
      kabarnya selain byk “ilalang”, “ladang”nya sendiri juga sudah ga sehat. Belum tau gimana akhirnya, udah pny duit buat mbabat ilalang pa blm.

      Reply

  2. Posted by riezisme on 03/03/2009 at 5:29 AM

    Menghilangkan Ilalang yang tanpa biaya tentu mudah ya Ely.

    Tapi ada sebuah kasus di perusahaan,
    Si ilalang tadi gak segera dicabut karena si pemilik ladang ga punya biaya buat kasih pesangon. hehehehe…..
    gimana dong?

    Reply

  3. dulu aku biasa bekerja sendiri ya di rumah, ada beberapa teman kuliah yang membantu, tapi kalau ada yg bersifat ilalang terus terang akan aku usahakan secepatnya mencabut, karena aku kerja sendiri untung dan rugi aku yg nanggung sendiri

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: