Surat Untuk Yang Tersakiti

Untuk seseorang yang pernah tersakiti, Untuk seseorang yang pernah meyakiniku. Untuk seseorang yang namanya sempat terukir dalam hati, Untuk seseorang yang terus berdiam diatas kekecewaan.

Lama aku tidak lagi menyapamu seperti dulu. Semenjak kau sampaikan bahwa butuh waktu satu menit untuk mencintaiku, dan butuh waktu seumur hidup untuk melupakanku. Adakah lukamu akan seperti itu, hingga bertahun lamanya baru terobati?

Menyapamu berarti membangkitkan kenangan indah di masa lalu. Mendiamkanmu berarti makin melukai perasaanmu. Sedang aku tidak dapat bersamamu, tidak pula ingin kehilanganmu sebagai saudaraku.

Bagaimana aku harus menghadapimu? Bagaimana pula kamu akan memberikan maaf atas kekecewaan yang aku timbulkan dalam hati. Aku begini karena aku memenuhi keyakinanku atas apa yang diisyaratkan sang Khalik pada hatiku. Aku meninggalkanmu bukan lantaran kesalahanmu, melainkan hatiku yang tidak berjodoh padamu. Dan kecenderungan pada si dia bukan lantaran dia lebih darimu, melainkan karena kecenderungan hati setelah aku beristikharah untuknya.

Kini aku sudah dikhitbah, Kuharap kamu tidak menjadi benci.

Sungguh, jangan begitu. Jangan begitu mudah membenci sesuatu. Karena bisa jadi itu baik untukmu.”Dan aku tiada mengetahui boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu” (Al-Anbiyaa: 111). Allah menyukai kaumnya yang bersabar dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Karena Dia tidak akan menimpakan sesuatu kepada kaumnya tanpa sebuah maksut.

Jangan lagi engkau menangis karenaku, sebagaimana dulu aku pernah menangis karenamu. Buang sedih yang telah merobek hatimu, karena jika terus dikenang, akan semakin menyakitkan. Begitu pula aku belajar untuk menyimpan kenangan lama dalam album masa lalu. dimana aku tetap membersihkan permukaannya, tanpa perlu membukanya.

Kuharap kita segera sembuh. Sembuh dari rasa bersalahku, dan engkau sembuh dari sedihmu. Kuharap luka itu dapat segera kering walau tetap meninggalkan bekas. Semoga hatimu kembali sejuk dan Allah menempatkanmu pada kedudukan yang lebih tinggi sebagai hadiah atas kesabaranmu.

Manusia hanya bisa berencana. Ada kekuatan lain diluar diri kita yang mengendalikan segalanya. Yang lebih tahu hal terbaik bagi umatnya. Maka teruslah berprasangka baik pada Nya dan berusaha meraih kasih sayang Nya.

Kutulis surat ini untukmu yang pernah kusakiti. Semoga pintu maafmu terbuka bagiku, dan Allah membalas kebaikanmu dengan cintaNya yang berlimpah.

6 responses to this post.

  1. wew, beben terkenal juga ya?
    mba riezt hati-hati loh dengan beben (ya elah beben pake salam kenal segala)

    Reply

    • heeem….begini ceritanya. sore itu saya membaca sebuah artikel dari dudung.net
      ada artikel yg berjudul surat untuk yang tersakiti. then saya terinspirasi utk membuat artikel sejenisnya, krn saya pernah punya cerita sedih juga soal cinta. Judulnya saya buat sama, Hanya isinya memang sangat berbeda.
      Trus dateng deh comment pertama dari beben.
      Pertanyaan saya, beben dan dudung itu orang yg sama bukan ya? Apa mungkin namanya dudung subeben?😀

      Reply

  2. ^.^ merasa mempunyai kesamaan dengan mbak, tapi bedanya saya belum melamar, hehe.
    sempat melukai hati seorang akhwat, bukan karena membencinya… semoga lukanya bisa sembuh… juga lukaku ini…

    Reply

  3. Posted by zahwan arya nanindra putra AS on 06/03/2009 at 9:27 AM

    sedih rasanya ketika mengingat hal itu, tanya kembali dari dirimu apakah situasi dirimu untuk memaksakan kamu beristikharah dlm keadaan tenang……

    Reply

  4. Posted by teeto on 03/03/2009 at 3:42 AM

    cool…

    Reply

  5. Weks… ternyata beda ya. Kirain ini “Surat Untuk Yang Tersakiti” karyaku, ternyata beda isinya, beda banget…

    Walo nyontek aku seh gaya bahasanya.. Wakakaka

    Salam kenal mbak, mohon maaf kalo saya ajang narsis di sini

    xixixixi…😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: