MENCINTAIMU (Suara Hati dalam Sepucuk Surat)

Datanglah! AKu ingin memberikannya padamu sebelum pamit. Aku sekarang memiliki pondokan disana, tunjukkan ke langit. Benarkah? Ya! Disana aku memiliki kebun bunga yang tak mengenal musim, namun  entah untuk siapa. Lalu kita saling membuka album kenangan dan tersenyum tiba-tiba: kita telah menjadi tua “R. Timur Budi Raja”

Setiap kita mengetahui bahwa tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan atau tidak cukup memiliki keberanian untuk menyatakan cintanya, selain dikarenakan perbedaan cara seseorang memandang hubungan cinta juga disebabkan oleh perbedaan konsep bagaimana ia memandang dirinya sendiri. Disana kita bisa menemukan sifat egois dari perasaan cinta. misalnya, perasaan takut akan penolakan, ia adalah ekspresi bahwa cinta dalam diri seseorang terpusat pada kehendaknya sendiri dan bukan pada orang yang dicintainya.

Bisa jadi ketidakberanian untuk mengatakan cinta adalah gambaran bahwa seseorang tidak percaya dengan cintanya sendiri. Karena jika ia percaya dengan cintanya maka ia akan menjalankan perasaaannya dengan kedewasaan, keberanian, dan kecerdasan. Kita datang kepada seseorang dengan cinta tidak hanya untuk meminta, melainkan juga untuk mendapat suatu pemahaman. Mereka yang tertolak tidak perlu merasa kehilangan apapun, bahkan sesungguhnya ia mendapat pemahaman-pemahaman baru yang mencerahkan.

cinta adalalh berkah. kita dipercaya oleh Allah untuk mengemban sebuah misi kehidupan dengan cinta yang dapat membuat segalanya jadi berubah. Kita di didik bagimana memahami diri kita sendiri, mengenali tipikal psikologis, dan bagaimana memandang dan memperlakukan kehadiran manusia lain dalam hidup kita. Pada akhirnya cinta tidak begitu mudah untuk kita diamkan dalam dunianya sendiri. itu tidak saja akan menjadi belenggu perasaan yang akan mengganggu setiap aktivitas kita, tapi pada hakikatnya setiap cinta membutuhkan pengungkapan.

Ada banyak alasan mengapa orang merasa perlu menyembunyikan perasaan. sebagian orang memendam perasaan karena diam2 secara tidak sadar dia tidak yakin dengan cinta yang ada dalam dirinya. Ketidakpercayaan ini akan memenggal keberanian: semacam rasa takut dan ketidaksanggupan menghadapi kemungkinan yang tidak menyenangkan atau tidak ia harapkan.

Sebagian lagi menyembunyikan cinta karena mereka tidak siap untuk mencintai. Ia sebenarnya merasakan dan dan membutuhkan cinta, kasih sayang, dan juga perhatian hidup dari orang lain. Namun ia belum bersedia untuk berbagi kehidupan dan memberikan sesuatu yang ia miliki untuk orang yang dicintainya. Ia tahu apa yang harus ia lakukan dalam mencintai dan ia pun tahu bahwa ia tidak ingin melakukan itu. Ada alasan yang lebih mendalam daripada itu, yakni kebebasan. (bersambung…)

One response to this post.

  1. wah, blognya keren! menarik! salam kenal, dan terimakasih telah menggunakan sajak saya. salam.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: