Archive for the ‘Lagi Serius’ Category

Sultan dan Si Punggawa

Suatu hari, sultan yang sedang berada di istananya kedatangan seorang punggawa yg sangat dekat dengannya. Penuh isak tangis, dia bertutur bahwa saat itu juga dia harus pergi ke Baghdad. Oleh karena itu dia memohon kepada sang sultan untuk bisa meminjamkan salah satu kudanya yang paling cepat. Sang sultan bertanya, mengapa dia begitu terburu-buru ingin ke [...]

Continue reading »

If I Only Had Time

“Jangan Tuhaaaan jangan hukum aku… jangan ambil istriku… aku tak bisa hidup tanpa dia…. Ampuni  aku Tuhaaaan.” “Mas… mas… bangun, mimpi buruk ya ?”. “Hah.. mimpi ???. Oh… syukurlah… Cuma mimpi”. Kupandangi wajah disampingku yang sedang tersenyum, kucium dan kupeluk erat-erat takut Tuhan jadi melaksanakan niatNya dalam mimpiku tadi. “Ayo… cepat bangun, sudah siang. Nanti [...]

Continue reading »

Katakan, Bagaimana Cara Memeluk Seekor Landak?

Sumber: Disadur dari “Tulang Rusuk” oleh Michael, diadaptasi oleh Ev. Sugeng Wiguno – resonansi -, diambil dari Bukan Aku Tak Cinta  oleh Tatang Ali Husna. Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. [...]

Continue reading »

Kecewa Sampai Mati

Ngambil dari milis alumni UMY nih… Pada tahun 1975, pengadilan Sacramento memutuskan hukuman penjara kepada John F. Abercombie karena dituduh mencuri daging babi. Abercombie adalah pensiunan angkatan udara yang sangat berjasa bagi negaranya pada waktu perang dunia kedua berlangsung, dan ia juga adalah asisten pemimpin pasukan pengintai patroli jalan raya California. Selain hukuman penjara, maka [...]

Continue reading »

Buah Pada Pohon Keberhasilan Anda

Pelajaran hidup seringkali sederhana, bahkan kita bisa berkaca pada kehidupan kanak-kanak kita sendiri. Pernahkah, di waktu kecil dulu, kita melihat pohon mangga berbuah lebat di pekarangan sebelah rumah? Biasanya kita tergerak untuk memanjat dan memetik beberapa butir untuk kita santap bersama rekan-rekan sepermainan. Atau, jika terlalu tinggi untuk dipanjat,kita kumpulkan kerikil dan ramai-ramai melempari buah-buah [...]

Continue reading »

MENCINTAIMU (Suara Hati dalam Sepucuk Surat)

Datanglah! AKu ingin memberikannya padamu sebelum pamit. Aku sekarang memiliki pondokan disana, tunjukkan ke langit. Benarkah? Ya! Disana aku memiliki kebun bunga yang tak mengenal musim, namun  entah untuk siapa. Lalu kita saling membuka album kenangan dan tersenyum tiba-tiba: kita telah menjadi tua “R. Timur Budi Raja” Setiap kita mengetahui bahwa tidak sedikit orang yang [...]

Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.